SMPN 2 Sukoharjo menyiapkan sebanyak 30 wastafel sebagai upaya antisipasi penyebaran virus di sekolah. Termasuk pencegahan virus corona yang saat ini tengah berkembang secara global. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Sriyono, seusai acara pengenalan dan pencegahan virus corona yang diberikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (FK UNS) di SMPN 2 Sukoharjo.

"Kami sedang menyiapkan 30 wastafel di masing masing kelas," ujar Sriyono di SMPN 2 Sukoharjo, Selasa (10/3/2020). Sriyono mengungkapkan langkah ini diambil guna meminimalisir penularan virus dan penyakit di lingkungan sekolah. "Untuk mencegah penularan virus terutama virus corona," ucapnya.

Sriyono menyebut, proses pengadaan 30 sarana kebersihan ini telah berlangsung sejak Senin (9/3/2020). "Instalasi pipa dan pralon sudah kami kerjakan dua hari ini, Insya Allah secepatnya kami akan mempunyai tempat cuci tangan setiap kelas," terangnya. Sriyono menyebut, mencuci tangan merupakan cara efektif mencegah penyebaran penyakit.

"Ini paling jitu untuk mencegah virus, pasti dengan disertai sabun nantinya," ucap Sriyono. Sriyono mengungkapkan sebelumnya SMPN 2 Sukoharjo hanya memiliki 5 buah wastafel. Sekolah juga disebut Sriyono akan semakin memberikan intens memberi imbauan kepada siswa di setiap kesempatan.

"Seperti saat upacara, di kelas, dan lain sebagainya," ungkapnya. Selain itu Sriyono juga menggandeng eksrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dalam menyebarluaskan informasi dan kebiasan hidup sehat. Diketahui Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan UNS Mengajar Indonesia di SMPN 2 Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020).

Kegiatan ini dilakukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) UNS. Tema kegiatan ini adalah "FK UNS Mengajar Corona Virus pada Anak SMP". Pengenalan Covid 19 disampaikan oleh Prof. Dr. Reviono, dr., Sp. P yang juga merupakan Dekan FK UNS.

Kegiatan ini diselenggarakan di aula SMPN2 Sukoharjo. Acara ini diikuti oleh 288 murid kelas IX. Dokter spesialis paru tersebut menyampaikan berbagai macam materi terkait penyakit pernafasan, termasuk di antaranya mengenai virus corona.

Reviono beserta tim memberi materi upaya pencegahan virus corona. Antara lain etika batuk, hand hygine atau cara mencuci tangan yang benar, dan penjelasan mengenai macam macam masker dan kegunaannya. Reviono yang juga merupakan alumni SMPN 2 Sukoharjo ini mengungkapkan kegiatan ini wujud darma bakti UNS kepada masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan salah satu tujuan dari kegiatan UNS mengajar bagaimana berdarma bakti kepada masyarakat luas dan darma bakti kami untuh pencegahan infeksi corona virus," ungkap Reviono seusai acara kepada awak media, Selasa (10/3/2020). Reviono mengungkapkan fasilitas umum seperti sekolah rentan terjadi penularan virus atau penyakit. "Kalau kelompok orang atau populasi memang berisiko mudah tertular, sudah ada beberapa penelitian. Seperti panti rumah jompo, lembaga permasyarakatan," ungkapnya.

"Itu kalau ada infeksi penyakit menular itu menyebarnya cepat," imbuhnya. Reviono mengungkapkan jika sebuah populasi ada satu sumber penularan, akan mudah menyebar dibanding yang bukan populasi. "Jadi kelompok sekolah atau pondok pesantren ada satu saja sumber penularan, itu mudah menyebar dibanding yang bukan kumpulan populasi," jelasnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *