Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral. Video viral tersebut memperlihatkan Bupati Blora Djoko Nugroho yang tengah berjoget di sebuah hajatan. Dalam video yang beredar, Djoko Nugroho tak tampak mengenakan masker ketika berjoget.

Video tersebut rupanya sudah diketahui oleh Ganjar Pranowo. Gubernur Jawa Tengah ini pun langsung memberikan sindiran kepada Djoko Nugroho terkait video tersebut. Sindiran tersebut disampaikan oleh Ganjar Pranowo melalui akun Twitter pribadinya.

Djoko Nugroho sendiri sudah membaca kicauan dari Ganjar Pranowo soal videonya yang viral. Ia pun memberikan tanggapan santai terkait sentilan dari Gubernur Jawa Tengah tersebut. Kendati demikian, Djoko Nugroho mengaku belum mendapat teguran secara langsung.

Video itu viral setelah seorang netizen membagikan rekamannya di Twitter dan menandai akunGanjarPranowo. Dalam video berdurasi 30 detik itu,DjokoNugrohoberseragam dinas harian berduet dengan seorang aparatur sipil negara (ASN) perempuan berhijab yang juga berpakaian dinas. Keduanya terlihat tidak mengenakan masker.

"Sosok laki2 yang sdng beryanyi dan berjoget ituBupatiBlora. kabarnya ini di @IniRandublatung tadi sekitar pukul 11.00 Sebelumnya saya minta maaf ndoro @ganjarpranowo badhe matur dan tanglet Folded hands Apakah spt ini terlebih tidak patuh dgn protokol kesehatan sudah di perbolehkan ?," tulis akun @Rahman_Nashir.

Video itu kemudian mendapat respon dariGanjarPranowo. Ia langsung menandai akun Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, Satpol PP Blora, dan Diskominfo Blora. "Hallo pak @AriefRohman_838 @info_Blora @SatpolPPBlora @DinkominfoBlora," tulisGanjarPranowo.

Meski begitu, Kokok mengaku belum dikonfirmasi langsung oleh Ganjar. "Belum (dikonfirmasi samaGubernurJawaTengah). Tadi yang disuruh konfirmasi Pak Gubernur adalah Kominfo sama Satpol PP termasuk ada juga Pak Wakil Bupati," ujarnya.

Terkait dengan video tersebut,DjokoNugrohomembantah jika ia tidak mengenakan masker. Kata Djoko Nugroho, ia sebenarnya mengenakan masker saat datang ke hajatan tersebut. Namun, masker itu dilepasnya karena harus bernyanyi dan berjoget.

Sementara itu, masih dilansir dari Kompas.com, Koordinator Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Eko Arifianto menilai, apa yang dilakukanBupatiBlorasebagai sikap yang kurang etis di tengah Covid 19. "Ini sangat memprihatinkan. Kalau kata orang Jawa, Jarkoni, iso ujar ora iso nglakoni, bisa berkata tapi tidak bisa melakukan," katanya. Masih dikatakan Eko, sebagai seorang pejabat, seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat di saat pemerintah sedang gencar gencarnya memutus penyebaran virus corona.

"Apalagi dia sendiri yang menandatangani Peraturan Bupati nomor 55 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona. Peraturan dibuat sendiri, kok dilanggar langgar sendiri," ungkapnya. Diketahui, beredar videoBupatiBloraDjokoNugrohoatau Kokok bernyanyi dan berjoget tanpa mengenakan masker. Di dalam video tersebut, Kokok mengenakan baju khaki bernyanyi bersama seorang perempuan yang mengenakan baju serupa.

Dari video yang beredar, Kokok tampak asyik berjoget sembari mendendangkan lagu 'Tatu'. Misalnya saja dari video yang diunggah akun twitter @Rahman_Nashir berdurasi 30 detik itu menuai berbagai tanggapan. Termasuk dariGubernurJawaTengahGanjarPranowo.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *