Karena menunggak cicilan kredit motor, seorang warga di Palembang ditodong dengan senjata api oleh debt collector. Kasusnya pun berbuntut panjang hinga ke kantor polisi. Tak terima lantaran sudah diancam mengunakan Senjata api (Senpi), Yuliansyah (27) ditemani Penasehat Hukumnya, M Aminuddin melaporkan salah satu debt collector, AYP ke Polrestabes Palembang, Minggu (23/2/2020), kemarin.

Yuliansyah mengaku dirinya telah diancam seorang debt collector menggunakan senjata api, ketika melintas di halaman parkir Puskesmas Sosial, Jalan Sanusi Lorong Mekar 1 Kecamatan Sukarami pada Jumat (21/02) pukul 11.15. Ketika ditemui di SPKT Polrestabes Palembang, M Aminuddin menjelaskan, memang kliennya (korban red) menunggak pembayaran angsuran sepeda motor selama dua bulan. Ketika melintasi lokasi, pelaku bersama temannya menghampiri korban.

"Dia datang menjumpai klien kami. Dengan nada tinggi dan mengancam menggeluarkan senjata api, klien kami ketakutan. Meskipun pengancaman dilakukannya, klien kami masih mencoba mempertahankan sepeda motornya,"ungkapnya. Ketua KAI (Kongres Advokat Indonesia) ini juga menambahkan, senjata api yang dikeluarkan dan diperlihatkan kepada kliennya, nampak jelas dan sengaja di acungkan ke arah kliennya. "Dia bilang mau bayar atau mau ini," katanya, sembari menunjukkan senjata api.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Ka SPKT, Ipda Suhari membenarkan adanya laporan korban yang masih dalam penyelidikan. "Benar, laporan korban sudah kita diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan," tutupnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *