Lahan seluas 142,5 hektar di kawasan Cimanggis, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok akan dibangun kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Kampus negeri ini diproyeksikan menjadi pusat peradaban masa depan dunia Islam menyusul telah dicanangkan Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57/201 yang pembangunannya dimulai pada 5 Juni 2018. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis, Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.Ag menuturkan, UIII didirikan untuk membangun citra bahwa Indonesia dengan negara muslim terbesar dan dengan sistem demokrasi terbesar ke 3 di dunia.

Dia mengatakan, kampus ini didesain mampu memproduksi ilmu pengetahuan, serta menjadi rujukan bagi kajian kajian Ilmu pengetahuan, terutama tentang Islam. Dia mengatakan, selama ini banyak mahasiswa Indonesia pergi ke luar negeri, ke Timur Tengah bahkan ke Barat. Harapannya, dengan banyaknya lulusan yang telah belajar ke banyak negara, nantinya mengembangkan kajian Islam Indonesia. “Sehingga muslim dunia, atau bangsa lain dapat belajar tentang Islam Indonesia di Indonesia," ujar Arskal Salim.

Dia mengatakan, Indonesia dinilai memiliki karakteristik tersendiri. Selain tentang populasi muslim dan sistem demokrasinya, Indonesia juga dinilai memiliki karakteristik yang khas, yakni mampu memadukan kelompok kelompok berbagai aliran dan kepentingan, di bawah sebuah sistem demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar (UUD). "Dengan berdirinya UIII, kita ingin mempromosikan Islam Indonesia tersebut menjadi kiblat studi Islam. Dengan begitu, Indonesia tidak selamanya menjadi konsumen Ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi produsen," ungkap Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini. UIII akan membuka tujuh fakultas pada jenjang studi Magister dan Doktoral, diantaranya yakni kajian Islam, Ilmu Sosial Humaniora, Ekonomi Islam, Sains dan Teknologi, Pendidikan, Arsitektur dan Seni.

Pada tahun pertama akan dibuka tiga fakultas terlebih dahulu, diantaranya yakni Kajian Islam, Pendidikan dan Ilmu Sosial Humaniora. Arskal berharap, UIII bisa menjadi destinasi pusat kajian Islam dunia, dimana didalamnya para mahasiswa akan mengembangkan dan mempelihara tradisi khazanah Islam Klasik dan memadukannya dengan pendekatan sosial budaya. Sarjana yang dihasilkan oleh sistem pendidikan di UIII diyakini menjadi sarjana yang tidak hanya menguasai ilmu dan tradisi klasik Keislaman, tetapi juga memiliki penguasaan ilmu ilmu moderen.

“Misalnya ilmu sosial humaniora yang nantinya akan berguna untuk mengimplementasikan bahwa ajaran Islam dapat terorientasi dengan sebuah sistem yang moderen," ujarnya. "Sebanyak 40 persen mahasiswa UIII ini akan kita alokasikan untuk mahasiswa asing. Saat kembali ke negara mereka masing masing, mereka akan menjadi duta yang menyebarkan pesan kedamaian. Dan sistem demokratis ala Islam Indonesia di negara masing masing," ujar Arskal.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *