Kantor PolsekCiracas, Jakarta Timur diserang sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (29/8/2020) dini hari. Sekira pukul 01.45 WIB, puluhan orang tak dikenal menyerbu Polsek Ciracas. Dengan menggunakan kendaraan roda dua, puluhan orang tak dikenal ini melakukan sweeping di sekitaran lokasi dan sempat membuat sepanjang Jalan Raya Bogor ditutup sementara pada dini hari tadi.

Berdasarkan video dan foto yang beredar, kerusakan tak terelakkan. Kaca pada bangunan Kantor Polsek Ciracas pecah. Selain itu, puluhan orang tak dikenal juga membakar dua mobil dinas dan satu bus kepolisian yang terparkir di kantor halaman Polsek Ciracas.

"Ini memang kejadian tadi malam ada sekelompok orang tidak dikenal yang berupaya merusak dengan menyerang Polsek Ciracas Jakarta Timur ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip Kompas TV , Sabtu. Menurut Yusri, sampai saat ini polisi belum mengetahui identitas massa yang melakukan penyerangan. Namun, mereka diperkirakan berjumlah mencapai 100 orang.

Mereka melakukan perusakan dan membakar sebuah mobil yang terparkir di area Polsek Ciracas, Jakarta Timur. "Ada beberapa kerusakan yang dialami seperti mobil yang memang upaya untuk dibakar," ucapnya. Sampai saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Polsek Ciracas.

"Sampai dengan saat ini kita lihat sendiri bahwa anggota sedang melakukan olah TKP," ujarnya. Peristiwa perusakan ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Polsek Ciracas. Nyaris 2 tahun lalu, tepatnya pada Selasa (11/12/2018) malam, sekelompok massa merusak dan membakar Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengatakan, pengrusakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. "Ada sekelompok massa yang kita belum tahu berasal dari mana," kata Idham seperti dikutip dalam wawancara yang ditayangkan di KompasTV, Rabu (12/12/2018). Idham mengatakan, aksi massa tersebut diduga akibat tidak puas dengan penanganan kasus di Polsek Ciracas yang terjadi sehari sebelumnya.

"Massa sekitar 200 orang meringsek masuk untuk mengecek apakah benar yang memukul rekan mereka itu sudah ditahan," jelas Idham. Massa juga membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di Mapolsek Ciracas. Akibat kebakaran tersebut, empat mobil pemadam diturunkan.

Selasa 11 Desember 2018 sekira pukul 21.00 WIB, Personel TNI gabungan berpakaian sipil mendatangi Mapolsek Ciracas Jakarta Timur untuk meminta polisi mengusut dan menangkap pelaku pengeroyokan terhadap 2 personel TNI berpakaian dinas di Ciracas. Pukul 21.00 21.30 WIB, sekitar 150 orang dengan menggunakan sepeda motor mendatangi Polsek Ciracas dan menghadap Kapolsek untuk menangkap para pelaku pengroyokan rekan mereka (TNI). Selanjutnya meninggalkan Mapolsek menuju pertokoan Arundina Konvoi dengan kendaraan roda dua. Di kompleks pertokoan ini sebelumnya dua anggota TNI dikeroyok oleh para petugas parkir.

Pukul 22.10 WIB, Personel Gabungan TNI kembali mendatangi Mapolsek Ciracas dan berkumpul di depan Mapolsek untuk melaksanakan konsolidasi, kemudian salah satu personel intel TNI AD mengaku sebagai Kapten J yang turut mendampingi Kapolsek Ciracas Kompol Agus W sempat turun tangan untuk menenangkan situasi yang semakin memanas. Pukul 22.25 WIB Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Toni Surya Saputra tiba di Polsek Ciracas. Pukul 22.30 WIB, terjadi pertemuan didalam ruangan Kapolsek yang diwakili oleh Kapten J yang meminta polisi dapat menangkap pelaku maximal 2 hari.

Pukul 22.40 WIB Kapolres, Kapolsek dan Kapten J memberi arahan kepada personel TNI gabungan di lapangan apel Mapolsek Ciracas. Dan pada kesempatan tersebut disebutkan Kapolres menyampaiakan kepada personel Gabungan akan berusaha menangkap pelaku dalam 2 hari. Situasi semakin memanas dan tiba tiba dari belakang kerumunan personel gabungan tersebut terprovokasi oleh adanya 2 orang sipil (laki dan perempuan) yang diduga merekam kegiatan tersebut sehingga rekan mereka yang berada di luar Mapolsek mengamankan dan menganiaya korban namun korban sempat diselamatkan oleh personel POMAD dan dibawa masuk kantor Polsek.

Pukul 22.58 WIB. Personel Gabungan meninggalkan Mapolsek menuju ke Arudina dan memadati lalu lintas menuju Pasar Rebo. Pukul 24.25 WIB, sekelompok oknum TNI datang kembali dan mulai bertindak anarkis merusak dan membakar fasilitas Mapolsek dan kendaraan yang ada disekitarnya sehingga situasi makin tidak terkendali dan sebagian meninggalkan Mapolsek. Pukul 01.20 WIB, Pangdam dan Kapolda tiba di Mapolsek Ciracas untuk menangani permasalahan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *