Sakit sendirian di sebuah rumah reyot, Nenek Uho (76) ditemukan dalam kondisi lemas dan mengenaskan, Jumat (7/8/2020). Beruntung warga Kampung Rarangjami, RT 02 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya segera mengetahui kodisi Uho. Nenek Uho pun segera dilarikan ke rumah sakit agar diberi tindakan medis.

Berikut deretan fakta nenek Uho : Awalnya, warga curiga, Nenek Uho yang biasanya tampak keluar rumah bersama hewan peliharaannya, dalam beberapa hari terakhir tak terlihat. Dari luar rumah, warga sempat melihat Uho tidur di kasurnya, namun tidak lagi keluar rumah.

“Memang dua hari terakhir ini kelihatannya sakit. Dari luar terlihat tertidur di kasurnya, biasanya suka ada keluar rumah. Seringnya di rumah ditemani hewan peliharaan," kata Ketua RT wilayah setempat Dudin, kepada wartawan, Jumat malam. Karena khawatir terjadi sesuatu, warga menengok sang nenek dan menemukannya kesakitan tak berdaya. Uho ditemukan tanpa busana dan kakinya hanya terbalut seutas kain sarung yang bercampur kotoran hewan dan debu.

Berbagai hewan seperti ayam, burung dan kucing lalu lalang melewati tubuhnya. “Saya awalnya takut ada apa apa, makanya inisiatif melapor ke dinas terkait. Alhamdulillah kemarin langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Dudin. Sebenarnya Nenek Uho tinggal bersama anaknya, Aep Saepudin (55) yang bekerja sebagai satpam.

Namun karena pekerjaannya 24 jam nonstop, Aep jarang pulang ke rumah ibunya. "Anaknya kan bekerja sebagai satpam, makanya waktunya tak banyak di rumah,” ungkapnya. Kini si nenek dirawat di RSUD Soekardjo Tasikmalaya dan pemerintah setempat juga berencana merenovasi rumah Nenek Uho karena termasuk rumah tidak layak huni.

Kabar sakitnya Uho sampai ke telinga Aep karena didatangi oleh warga kampung di sela pekerjaannya. Aep bersyukur ibunya sudah ditangani oleh petugas kesehatan. Dia juga bersyukur pemerintah membantunya merenovasi rumah.

“Ini juga sedang beres beres barang yang ada di rumah. Kemarin juga kaget tiba tiba ada yang datang ke tempat kerja, ibu dibawa ke rumah sakit. Baru kemarin sakitnya, sebelumnya pernah tapi sudah sembuh. Paling di rumah sendirian kalau saya sedang bekerja,” kata Aep. Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi, mengatakan segera merenovasi rehab rumah serta merawat nenek itu selama sakit. “Bisa dibayangkan sebagai anak melihat orangtua sedang sakit. Tanpa ada pengusulan pun, kami akan memakai dana darurat untuk memperbaiki rumahnya supaya layak huni," pungkas Nana.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *