Di lokasi reklamasi kawasan Ancol akan dibangun museum sejarah nabi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklaim, museum itu akan menjadi museum sejarah nabi terbesar selain di Arab Saudi.

“Dari 20 hektare (reklamasi Ancol), yang sudah ada hanya 3 hektare, untuk membangun Museum Sejarah Nabi. Museum Sejarah Nabi ini akan menjadi museum yang dibangun di tepi pantai, bagian dari kawasan Ancol. Dan museum ini akan menjadi museum terbesar tentang sejarah Nabi di luar Saudi Arabia,” kata Anies dalam video Youtube Pemprov DKI, Sabtu (11/7).

Anies optimis museum itu akan menarik wisatawan dunia. Saat ini, semua kelengkapan administrasi museum sedang dipersiapkan.

“Insya Allah ini akan menjadi magnet bagi wisatawan, bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia. Nah untuk itu, harus disiapkan semua dokumen legal administratifnya agar pengurusan lahannya bisa dilakukan, agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” terangnya.

Untuk membangun kawasan tersebut, Anies akan mempercepat pembuatan payung hukum.

Alasan lain mengapa Ancol perlu diperluas, kata Anies, karena menjadi pusat wisata Asia Tenggara.

“Lalu mungkin ada pertanyaan. Mengapa perlu ada perluasan Ancol? Ya kawasan ini memang dirancang untuk berkembang untuk pusat kegiatan wisata, bukan saja bagi Indonesia, tapi harapannya bagi Asia Tenggara, bahkan lingkup wilayah Asia,” katanya.

Anies berharap perluasan Ancol membawa dampak ekonomi besar bagi rakyat Jakarta.

“Kawasan Ancol saat ini ukurannya sekitar 200 hektare. Setiap tahun ada lebih dari 20 juta pengunjung. Manfaat ekonominya bagi Jakarta amat besar. Jadi lahan yang sekarang terbentuk akan dimanfaatkan untuk pengembangan, dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Bukan cuma untuk Museum Sejarah Nabi, tapi menjadi kawasan pantai terbuka untuk masyarakat. Dan kita ingin kawasan Ancol menjadi yang terbesar dan terbaik sebagai kawasan liburan di Asia,” jelas dia.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *