Salah satu anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro angkat bicara mengenai masa depan Shin Tae yong selaku pelatih Timnas Indonesia. Hubungan antara pihak PSSI dengan Shin Tae yong terlihat cukup memanas dalam beberapa waktu terakhir. Perseteruan kedua belah pihak diawali ketika Shin Tae yong secara terbuka berbicara kepada media Korea Selatan soal kondisi sepak bola Indonesia.

Menanggapi sikap mengejutkan yang ditunjukkan Shin Tae yong, PSSI langsung bertindak cepat menyikapi hal tersebut. Bahkan, PSSI tak segan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Timnas Indonesia . Satgas tersebut dibentuk untuk mengutamakan timnas dan selalu melakukan pengawasan dalam persiapan menuju Piala Dunia U 20 2021.

Syarfif Bastaman yang ditunjuk sebagai ketua tim Satgas Timnas Indonesia beberapa waktu lalu telah memberikan nada ancaman kepada Shin Tae yong. Syarif Bastaman sudah memberikan pernyataan bagaimana nasib Shin Tae yong apabila tak datang ke Indonesia. Ketua Satgas itu mengatakan kemungkinan akan memecat Shin Tae yong apabila pelatih asal Korea Selatan itu tak juga datang ke Indonesia dalam waktu dekat.

Menanggapi hal itu Haruna Soemitro mengatakan bahwa untuk proses penghentian pelatih timnas Indonesia sepenuhnya harus melewati mekanisme rapat Exco PSSI. Bahkan hal itu juga diterapkan oleh PSSI saat melakukan penghentian kontrak dengan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla pada 2018. Saat itu PSSI menggelar rapat Exco untuk membahas nasib Luis Milla seusai gagal memenuhi target di Asian Games 2018, dan akhirnya federasi memutus kotrak dengan pelatih asal Spanyol tersebut.

“Silahkan jalan saja (Satgas Timnas Indonesia). Kecuali pemberhentian atau pengangkatan pelatih baru, itu perlu rapat Exco atau emergency meeting Exco,” kata Haruna Soemitro kepada wartawan. Haruna tidak mempermasalahkan dengan pembentukan Satgas Timnas Indonesia, selama itu untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Haruna mengatakan selama untuk timnas Indonesia, Exco PSSI sepenuhnya akan mendukung segala sesuatu yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Menurutnya kalau sudah dilakukan oleh Ketum PSSI, tidak perlu lagi ada keputusan dari Exco PSSI, kecuali untuk penghentian pelatih dan sesuatu yang perlu dipertimbangkan lagi. “Mau namanya Satgas, Pokja atau apapun itu, kewenangan penuh ada di Ketum dan kalau itu terobosan bagus untuk efektifitas penanganan tim nasional,” ujarnya. “Saya pikir tidak perlu lagi ada keputusan setingkat Exco, karena sudah ada Exco yang menjabat komite tetap di bidang itu,” tutur Haruna Soemitro.

Sementara itu, kabar terbaru PSSI telah mengirimkan surat kepada Shin Tae yong. Dalam surat itu PSSI meminta agar pelatih yang pernah menangani timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu bisa datang ke Indonesia pada 29 Juni mendatang.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *