Pasangan asal London telah menghabiskan masa lockdown akibat covid 19 di dalam rumah pohon. Menariknya, pasangan tersebut mengatakan bahwa mereka lebih bahagia selama berada di tempat itu. Kini, pasangan tersebut telah menghabiskan lebih dari tiga bulan di rumah pohon itu.

Mereka menyibukkan diri untuk menyatu dengan alam dan merawat sayur di kebun mereka. Teman teman mereka pun kaget dengan perubahan gaya hidup pasangan tersebut. Terlebih dengan pengakuan Rebeecca yang ingin tetap menjalani kehidupan layaknya di rumah pohon saat kembali ke London.

Rumah pohon yang memiliki tinggi sekira 3,6 meter ini biasanya disewakan sebagai tempat tinggal mewah untuk liburan oleh Ayah Sam, Alan, dan ibu angkatnya, Angela. Akan tetapi, pandemi covid 19 memaksa mereka untuk berhenti sementara menyewakan rumah pohon itu. "Kehidupan kami di sini benar benar berbanding terbalik dengan kehidupan kami di London dulu," kata Rebecca.

"Saya bangun dengan cahaya alami dan menghabiskan hari hari saya merawat kebun sayur, kemudian mengisi waktu luang dengan membuat lukisan dari cat air dan kaligrafi," tambahnya. Rebecca mengungkapkan bahwa kehidupannya selama di rumah pohon sangat indah dan ia merasa lebih bahagia dari sebelumnya. "Di London, kami menjalani kehidupan yang sibuk. Kami mengikuti kelas olahraga di pagi hari, kemudian menempuh perjalanan selama 45 menit ke pusat Kota London, lalu keluar untuk makan malam dengan teman teman sampai pukul 10 atau 11 malam." kata Rebecca.

Sekarang Rebecca dan Sam memiliki lebih banyak waktu untuk menjadi kreatif, menghabiskan hari hari mereka mengejar hobi dan pergi berjalan jalan di pedesaan yang indah. Pasangan itu melakukan perjalanan dua setengah jam dari rumah mereka ke rumah pohon pada tanggal 12 Maret 2020, hanya seminggu sebelum penutupan. Kehidupan indah pasangan ini selama berada di rumah pohon mereka bagikan dalam akun Instagram @ TreeHouseDiaries .

Sam mengatakan, "hal yang paling saya sukai di sini adalah kehidupan sederhana dan dapat beristirahat dengan tenang serta bersantai. Ada rasa kebebasan di sini yang tidak didapatkan di London." Sam menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuatnya menghargai hal hal yang ia lewatkan setiap hari di London.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *