Asisten Deputi Permodalan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Fixy, mengatakan pemerintah sedang mendesain pemberian bantuan modal kerja bagi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di luar program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp123 triliun. Modal kerja yang direncanakan sebesar Rp 2,4 juta tersebut nantinya diperuntukkan bagi pelaku usaha yang tidak bisa mengakses stimulus sebesar Rp123 triliun.

“Untuk yang tidak bisa mengakses dana Rp123 triliun karena ini memang kan mekanismenya kebanyakan untuk UMKM yang sudah terlibat dalam lembaga pembiayaan. Ini memang pemerintah sedang mencoba menyiapkan untuk dana bantuan modal kerja untuk usaha kecil agar tidak merogoh tabungan sendiri,” ujar Fixy dalam diskusi online, Jakarta, Jumat (10/7).

Dia menargetkan, realisasi kebijakan tersebut bisa segera dilakukan dalam waktu dekat. Mengingat Presiden Jokowi Widodo juga memiliki perhatian khusus terhadap nasib UMKM. “Sedang dibahas mekanismenya. Semoga bisa cepat dan terealisasi karena Presiden juga memiliki concern terhadap ini,” jelasnya.

Terkendala Data

Fixy mengatakan, langkah tersebut hingga kini masih dimatangkan oleh pemerintah supaya nantinya tepat sasaran. Sebab selama ini, kendala dalam penyaluran stimulus adalah data yang belum lengkap.

“Kalau ada dana yang disediakan ini mekanismenya pasti ke bank lagi. Tetapi yang suka bikin lama, data kita kurang kuat, kita sangat lemah dalam hal data. Kalau tidak masuk perbankan tidak ada datanya. Tetapi kalau jadi nasabah lembaga pembiayaan seperti Jamkrindo bisa diusulkan untuk program ini,” jelasnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *