Di tengah kesibukan menjalani serangkaian kegiatan sebagai atlet profesional, pemain muda potensial milik Persija Jakarta, Muhammad Uchida Sudirman tetap memperhatikan dunia pendidikan. Uchida menilai, pendidikan sangat penting dalam dirinya dan menjadi bekal utamanya setelah tidak lagi menekuni profesi sebagai atlet. Terlebih, profesi sebagai atlet tidak akan dijalani selamanya dan performanya bisa menurun suatu saat nanti.

Kendati demikian, Uchi, sapaan akrab Uchida, tetap memprioritaskan keduanya agar tetap bisa berjalan beriringan. “Kalau menurut saya pendidikan itu penting. Walau nantinya akan menjadi atlet dan berhasil, pendidikan tetap menjadi nomor 1. Apalagi kita tidak selamanya bisa menjadi atlet,” kata Uchida Sudirman. “Sekali lagi seorang atlet usia produktifnya juga tidak bisa lama. Makanya pendidikan ini sebagai tabungan kita di masa depan,” sambungnya.

Saat ini, Uchi memang tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah Negeri di daerah Jakarta Selatan yakni SMAN 70 Jakarta. Di sekolah tersebut, Uchi dengan tekun menuntut ilmu dan berusaha membagi waktu sebaik mungkin antara belajar serta menjalani karier sebagai atlet profesional. Selain fokus menjalani karier di sepak bola, pria kelahiran Jakarta, 25 Maret 2003 itu juga menekuni olahraga bela diri asal Thailand, muay thai.

Sebisa mungkin bagi Uchi tetap bisa menjalani tiga kegiatan tersebut secara beriringan dan tidak mengganggu satu sama lain. Ketika ada jadwal latihan atau pertandingan yang dijalani, Uchida selalu berkomunikasi dengan wali kelas sekolahnya untuk diberikan dispensasi. Untungnya, pihak sekolah mengerti dan selalu memberikan tugas pengganti ketika sedang tidak bisa masuk ke kelas.

“Memang susah bagi waktunya, saya sendiri sempat beberapa kali izin. Namun sekolah saya memberikan dipensasi seperti memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Selain itu juga ada susulan juga saat ujian, di situlah kita manfaatkan waktunya,” ucapnya. Di dunia olahraga, karier Uchida bisa dibilang berjalan cemerlang dan tidak bisa di pandang sebelah mata. Di sepakbola, anak kandung dari mantan atlet karate nasional, Sudirman Kadir Nur itu tercatat pernah memperkuat Timnas Indonesia U 16.

Uchida turut membantu tim The Young Tiger menduduki posisi empat besar kejuaraan Elite Pro Academy (EPA) U 16 tahun 2019. Selain itu, Uchida dipercaya mewakili tim EPA Persija menjalani pelatihan selama kurang lebih dua bulan di akademi tim Spanyol yakni Deportivo Alaves. Di akademi tersebut, pria bertinggi badan 182 cm itu mendapatkan berbagai pelatihan modern yang memenuhi standar.

Tak hanya di sepak bola, karier Uchida di cabang olahraga bela diri muay thai berjalan cemerlang dan mampu memberikan prestasi bagus bagi Indonesia. Uchi bersama rekannya yakni Lorens Walun berhasil menyumbangkan medali perunggu SEA Games 2019 setelah tampil di nomor Wai Kru. Torehan tersebut menjadi bukti kerja keras dan bukti dari perjuangan yang sudah dilakukan Uchida dalam membagi waktu antara latihan dan belajar dengan tekun.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *