Pemerintah berkomitmen kuat melaksanakan SDGs karena tujuan pembangunan nasional dan tujuan pembangunan global saling menguatkan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) contohnya, sudah sejalan dengan SDGs dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari agenda pembangunan nasional. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS selaku koordinator pelaksana SDGs di Indonesia, bekerjasama dengan BPS dan lembaga lembaga PBB lainnya untuk menjalankan komitmen pemerintah dalam pemenuhan SDGs.

Manager Pilar Hukum dan Tatakelola Sekretariat Koordinasi Nasional SDGs Bappenas, Indriana Nugraheni memahami SDGs menempatkan HAM di saraf intinya di mana tidak seorang pun boleh tertinggal dalam pembangunan. “Indonesia, melalui RPJMN 2020 2024, telah memasukkan 118 dari 164 target SDGs yang relevan bagi Indonesia," kataIndriana Nugraheni dalam keterangannya, Jumat (6/3/2020). SDGs adalah sebuah cetak biru untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan yg antara lain mencakup pengentasan kemiskinan dan kelaparan, perbaikan kesehatan, pendidikan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dan penanganan perubahan iklim.

SDGs yang dimuat dalam Agenda 2030 disetujui pada bulan September 2015 oleh seluruh anggota PBB. Agenda 2030 juga menyatakan bahwa pencapaian SDGs akan membutuhkan kerjasama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Mengingat pentingnya pentingnya penghormatan HAM dalam pencapaian SDGs ini, Komite Khusus Pengusaha Berintegritas KADIN INDONESIA (KUPAS KADIN) dan Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST)telah mengadakan breakfast meeting.

Pertemuan ini mendiskusikan harmonisasi pelaksanaan kedua “agenda” penting tersebut oleh Perusahaan pada tanggal 5 Maret 2020. Penghormatan Hak Asasi Manusia sebagai Landasan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menjadi tema diskusi. Acara ini juga menjadi titik awal terciptanya kerjasama antara KUPAS KADIN dan FIHRRST dalam melakukan penghormatan bisnis dan HAM dan mendorong kontribusi pemenuhan SDGs oleh perusahaan.

Marzuki Darusman Ketua FIHRRSTmenyatakan, sejak Dewan HAM PBB mengesahkan UN Guiding Principles on Business and Human Rights pada bulan Juni 2011, dunia usaha global telah berlomba menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghormati hak asasi manusia. Lebih lanjut, untuk mencapai kepentingan ini dibutuhkan upaya gabungan yang sangat besar. Perusahaan juga tentunya harus berkontribusi pada upaya gabungan ini. "Kontribusi yang efektif yang dapat dilakukan oleh perusahaan, salah satunya, adalah melalui kontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," katanya.

Ditambahkan Marzuki, mengingat pentingnya pentingnya penghormatan HAM dalam pencapaian SDGs sebagaimana ditekankan dalam dokumen Agenda 2030 yg menyatakan bahwa 17 SDGs dan 169 target SDGs “berupaya mewujudkan HAM untuk semua” dan Agenda 2030 tersebut. Adri Istambul LG Sinulingga Ketua KUPAS KADIN Indonesia mengatakan, mengingat eratnya hubungan antara HAMdengan SDGs, kerjasama KUPAS KADIN dan FIHRRST diharapkan dapat memajukan penghormatan HAM oleh dunia usaha dan memajukan kontribusi pencapaian SDGs. “Karena itulah pada kesempatan ini, kita melakukan penandatanganan MoU sebagai awal kerjasama KUPAS KADIN yang akan terus berlanjut ke depan,” katanya.

Ditambahkan Marzuki, sebagai upaya untuk terus mendorong penghormatan HAM dan kontribusi terhadap pencapaian SDGs serta untuk menilai kesiapan pemenuhan POJK 51/POJK.03/2017 tentang penyusunan Laporan Keberlanjutan. "FIHRRST saat ini sedang melaksanakan studi atas Laporan Keberlanjutan seluruh Perusahaan Publik di Indonesia yang akan diluncurkan pada bulan Juni 2020,” katanya. Acara ini dihadiri pula oleh pendiri FIHRRST Prof Makarim Wibisono, Direktur UNDP Indonesia Christophe Bahuet, Wakil Ketua dan pengurus KUPAS KADIN Susi Rai Azizi dan Suprayogi, perwakilan pemerintah, perwakilan 20 perusahaan nasional dan global dan organisasi masyarakat sipil.

Selama acara berlangsung, perwakilan perusahaan perusahaan diberikan kesempatan menyampaikan pandangan terhadap komitmen perusahaan dalam menghormati HAM dan kontribusi dalam pencapaian SDGs, dan upaya upaya yang telah dilakukan. Perwakilan perusahaan PT Bumi Resources Tbk, PT BASF Indonesia, Asia Pulp and Paper (APP), PT Kalbe FarmaTbk. dan PT Ruslam Cempakaputih Jaya dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk.menyampaikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam melakukan penghormatan HAM dan menetapkan goals dan targets SDGs yang ingin dicapai.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *