Baru keluar dari penjara, Ferdan Paleka justru mengaku betah di bui. Bebasnya Ferdian Paleka menjadi perbincangan hangat. Bahkan bebasnya Youtuber asal Bandung ini menjadi trending topic di Twitter.

Tak hanya itu, beredar video singkat Ferdian Paleka yang juga menjadi perbincangan netizen. Dalam video singkat tersebut, Ferdian Paleka mengaku betah di dalam penjara. Ferdian Paleka bisa menghirup udara bebas pada Kamis (05/06/2020) kemarin.

Youtuber asal Bandung ini dibebaskan setelah korban mencabut laporan ke Polrestabes Bandung. Tak hanya Ferdian Paleka, dua rekannya yang ikut dalam aksi prank bingkisan isi sampah ini juga dibebaskan. Ferdian berhasil lepas dari jeratan hukum setelah kuasa hukumnya berupaya melakukan mediasi damai dengan para korban.

Kini Ferdian pun bebas dari penjara dan hukum. Polisi bahkan menutup kasus tersebut. Ferdian Paleka, TB Fahdinar dan M Aidil keluar dari tahananMapolrestabesBandungpada Kamis (4/6/2020).

Ferdian Paleka ditahan sejak 8 Mei 2020. Ferdian Paleka bersama dua temannya meninggalkanMapolrestabesBandungmenggunakan mobil sedan hitam yang digunakan dalam video prank sembako sampah. Kuasa HukumFerdianPalekaRohman Hidayat mengatakan sebelumnya ia sudah mengajukan penangguhan penahanan.

Menurut Rohman Hidayat kasusFerdianPalekasudah selesai karena pelapor dan tersangka sudah berdamai. "Kasusnya dihentikan karena perdamaian, pelapor mencabut pelaporannya," ujar Rohman. Menurut Rohman perdamaian sudah disepakati sejak 19 Mei 2020 antaraFerdianPalekadengan pelapor.

Namun prosesnya baru selesai hari ini. "Orang tua tersangka bersalaman dengan pelapor, berdamai dan akhirnya kasus ini selesai," kata Rohman Hidayat. Rohman Hidayat mengatakanFerdianPalekasendiri dijemput oleh pacarnya.

"Langsung pulang bawa kendaraannya. Yang perempuan, itu katanya pacarnya Ferdian," ujar Rohman Hidayat. [email protected] memposting videoFerdianPaleka. Ferdian Paleka tampak mengenakan kaos yang sama seperti saat keluar dari tahananMapolrestabesBandung.

Sambil berdiri di pintu mobil,FerdianPalekamengatakan ia lebih betah di dalam penjara. "Ferdi," panggil suara wanita. "Gimana di dalem kamu ?" tanya wanita lain keFerdianPaleka.

"di dalem saya sangat betah, lebih betah di dalem," kataFerdianPalekasambil tertawa. Setelah bebas dari penjara,FerdianPalekamengaku ingin diam di rumah dulu. "Iya. Dasarnya yang pasti pencabutan aduan dan laporan dari korban pada kami yang diterima seminggu yang lalu. Itu jadi dasar kami untuk mengeluarkan para tahanan," ujar Galih, di kantornya.

Ferdian Paleka dan kawan kawan disangkakan pasal 45 ayat 3 Undang undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut Galih, pasal yang disangkakan merupakan delik aduan atau tindak pidana yang sifatnya diproses berdasarkan pengaduan korban. Itu didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi nomor 50/PUU/VI/2008 dan nomor 2/PUU VII/20029, tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bidang informasi elektronik dan transaksi elektronik bukan semata mata tindak pidana umum. Melainkan sebagai delik aduan.

"Seperti kita ketahui bersama untuk kasus ITE ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 45 ayat 3. Di sini yang kami persangkakan masuk ke dalam delik aduan, itu jadi dasar kami. Dengan dasar itu, kata dia, penyidik mengeluarkan menghentikan kasus ini atau mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan atau dikenal SP3. SP 3 diatur di Pasal 109 ayat 2 KUHAP.

SP3 itu syaratnya yakni penyidikan tidak cukup bukti, peristiwanya bukan tindak pidana, penyidikan dihentikan demi hukum. "Dengan dicabutnya, kami hentikan kasusnya," ujar Galih. Sementara itu,FerdianPalekadan kawan kawan juga sempat jadi korban perundungan sesama tahanan.

Karena kondisi itu, ia akan kembali memanggilFerdianPalekasebagai saksi dalam kasus tersebut. "Ya, seperti kita ketahui bersama, kasus perundungan sebelumnya (di tahanan) juga kami proses. ‚ÄéKami akan panggil yang bersangkutan sebagai saksi. Jadi, kami akan lihat perkembangannya seperti apa," ucap Galih. Ferdian Paleka Dibully Tahanan

Ada tiga video yang beredar. Dari ketiga video tersebut,FerdianPalekahanya mengenakan celana dalam. Sementara rekannya, Aidil, menggunakan celana pendek.

Terlihat di video,FerdianPalekadan Aidil berada di sebuah tempat di luar sel. Tak secara jelas, banyak orang yang menonton apa yang sedang dilakukanFerdianPalekadan Aidil. "Kadieu, kadieu ningali kadieu, "

(sini, sini liat ke sini)," kata suara pria di video yang dipostying akun Ardi Susanto. Dalam video pertama,FerdianPalekatampak sedang skot jump. Ia terdengar squat jump sambil menghitung dengan suara terengah engah.

Ferdian Paleka kemudian diminta menghampiri pria yang merekam video. Ia diminta untuk mengucapkan kalimat seperti yang diucapkan perekam video. "Abdi jelema belegug,"

Saat sedang menghadap perekam video, ada pria lain yang melintas di belakangFerdianPaleka. Pria berbaju ungu itu memukul punggunhgFerdianPaleka. Mendapat pukulan di punggung,FerdianPalekatampak terdiam seperti menahan sakit.

"Apa bang ?" tanyaFerdianPaleka. Ferdian kemudian disuruh untuk push up. Di video kedua,FerdianPalekamasih terlihat di tempat yang sama.

Kali ini ia tampak sedang duduk sambil memegang segelas air. "Kalau udah kena kasihan ini," kata suara pria di video. Ferdian Paleka disuruh untuk masuk ke dalam tempat sampah kuning yang berada di depannya.

"Masuk, masuk, masuk," kata orang orang di lokasi tersebut. Setelah Ferdian Paleka masuk ke tempat sampah tersebut, ada lagi pria yang kembali memukul punggung Ferdian Paleka. "Ini baru rajanya sampah nih," kata pria di video.

Video ketiga,FerdianPalekadiminta untuk mendorong Aidil yang ada di dalam tempat sampah. "Gak, gak gayanya gini hi guys," kata pria di video. "Ini yang namanya sampah guys," kataFerdianPaleka.

"Woi mantap," teriak pria di video. Banyak warganet yang menyesalkan apa yang dialami olehFerdianPalekadi penjara. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Samudra Jaya, membenarkan perudungan yang terjadi di sel tahanan Polrestabes Bandung.

"Video viral di dalam tahanan itu memang benar," kata Ulung diMapolrestabesBandung, Sabtu (9/5/2020). Dalam video yang beredar, terlihat Ferdian dan temannya masuk ke dalam tempat sampah. Mereka pun kemudian harus melakukan push up dan scout jump.

Menurut Ulung, para tahanan di sel tersebut tidak menyukai Ferdian. "Itu terjadi karena tahanan tidak suka terhadap kelompok ini karena memberikan bantuan berisi sampah, mereka tidak suka, sehingga tahanan ini melakukan pem bully an kepada Ferdian cs," kata Ulung.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *