Ferdian Paleka kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial hari ini. Bukan lagi geram, kebanyakan netizen kali inik iba atas apa yang dialami Ferdian Paleka di penjara. Pasalnya kini beredar video Ferdian Paleka mengalami perundungan di tahanan.

Ada tiga video yang beredar. Dari ketiga video tersebut, Ferdian Paleka hanya mengenakan celana dalam. Sementara rekannya, Aidil, menggunakan celana pendek.

Terlihat di video, Ferdian Paleka dan Aidil berada di sebuah tempat di luar sel. Tak secara jelas, banyak orang yang menonton apa yang sedang dilakukan Ferdian Paleka dan Aidil. "Kadieu, kadieu ningali kadieu, "

(sini, sini liat ke sini)," kata suara pria di video yang dipostying akun Ardi Susanto. Dalam video pertama, Ferdian Paleka tampak sedang skot jump. Ia terdengar skot jump sambil menghitung dengan suara terengah engah.

Ferdian Paleka kemudian diminta menghampiri pria yang merekam video. Ia diminta untuk mengucapkan kalimat seperti yang diucapkan perekam video. "Abdi jelema belegug,"

Saat sedang menghadap perekam video, ada pria lain yang melintas di belakang Ferdian Paleka. Pria berbaju ungu itu memukul punggunhg Ferdian Paleka. Mendapat pukulan di punggung, Ferdian Paleka tampak terdiam seperti menahan sakit.

"Apa bang ?" tanya Ferdian Paleka. Ferdian kemudian disuruh untuk push up. Di video kedua, Ferdian Paleka masih terlihat di tempat yang sama.

Kali ini ia tampak sedang duduk sambil memegang segelas air. "Kalau udah kena kasihan ini," kata suara pria di video. Ferdian Paleka disuruh untuk masuk ke dalam tempat sampah kuning yang berada di depannya.

"Masuk, masuk, masuk," kata orang orang di lokasi tersebut. Setelah Ferdian Paleka masuk ke tempat sampah tersebut, ada lagi pria yang kembali memukul punggung Ferdian Paleka. "Ini baru rajanya sampah nih," kata pria di video.

Video ketiga, Ferdian Paleka diminta untuk mendorong Aidil yang ada di dalam tempat sampah. "Gak, gak gayanya gini hi guys," kata pria di video. "Ini yang namanya sampah guys," kata Ferdian Paleka.

"Woi mantap," teriak pria di video. Banyak warganet yang menyesalkan apa yang dialami oleh Ferdian Paleka di penjara. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Samudra Jaya, membenarkan perudungan yang terjadi di sel tahanan Polrestabes Bandung.

"Video viral di dalam tahanan itu memang benar," kata Ulung di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (9/5/2020). Dalam video yang beredar, terlihat Ferdian dan temannya masuk ke dalam tempat sampah. Mereka pun kemudian harus melakukan push up dan scout jump.

Menurut Ulung, para tahanan di sel tersebut tidak menyukai Ferdian. "Itu terjadi karena tahanan tidak suka terhadap kelompok ini karena memberikan bantuan berisi sampah, mereka tidak suka, sehingga tahanan ini melakukan pem bully an kepada Ferdian cs," kata Ulung. Melansir Kompas.com, Setelah sempat buron beberapa hari, polisi akhirnya berhasil menangkap YouTuber Ferdian Paleka (21) dan temannya, Aidil (21), Jumat (8/5/2020) dini hari.

Mereka ditangkap saat keluar dari pelabuhan merak, tepatnya di Km 19 Tol Jakarta Merak, Tangerang. Sebelumnya, salah satu teman Ferdian bernama Tubagus Fahhdinar Achyar (20) sudah menyerahkan diri dengan diantar ibunya ke kantor polisi. Ferdian Paleka dan temannya ditangkap polisi karena adanya laporan dari korbannya bernama Sani yang melapor ke Mapolrestabes Bandung karena menerima bingkisan berisi sampah dan batu.

Video bingkisan berisi sampah dan batu tersebut viral di media sosial. Dalam video tersebut, YouTuber Bandung ini berpura pura memberikan bingkisan berisi sampah dan batu yang ia bagikan kepada kaum transgender. Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, Ferdian dan temannya tidak kooperatif dalam pengusutan kasus ini.

Hal itu dibuktikan dengan tidak segera menyerahkan diri dan mereka justru berusaha kabur dari pengejaran aparat. "Intinya mereka sendiri tidak ada inisiatif atau kooperatif terhadap kasus yang dia buat sendiri, terbukti mereka melarikan diri kemudian penampilan diubah semua dan rambut (Ferdian) dicat," ujarnya Ulung dikutip dari Antaranews.com. Sementara itu, saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, Ferdian meminta maaf.

"Saya minta maaf untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat kota Bandung dan transpuan yang telah saya prank, dengan ngasih sembako isi sampah, saya sangat menyesal atas kelakuan saya, semoga saya dimaafkan," kata Ferdian sambil merapatkan kedua tangannya meminta maaf. Ferdian mengaku, konten prank sembako isi sampah itu hanya untuk hiburan saja. "Nggak ada maksud lain, hanya hiburan saja," katanya sambil tertunduk.

Dikatakan Ferdian, yang mencetuskan ide itu atas dasar kesepakatan bersama. "Kita bertiga, nggak ada salah satu," jelasnya. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat 3 huruf e, Pasal 36 dan Pasal 51 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(*)

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *