Cukup berpendidikan dengan gelar magister, Fanni Aminadia tak mau bengong bengong saja menghabiskan masa tahanan di dalam penjara, Ratu Keraton Agung Sejagat sedang membuat sebuah 'rencana besar'. Fanni Aminadia sedang menyusun sebuah karya tulis yang berisi liku kisah hidupnya sehingga akhirnya berujung nestapa terjerat kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah. Rencana besar itu diungkap Kuasa hukum Fanni, Muhammad Sofyan.

Fanni berkeinginan membuat sebuah novel yang menceritakan soal kisah hidupnya. Dikatakan Sofyan, Fanni lebih sering mencurahkan isi hatinya melalui tulisan, termasuk rasa kerinduan pada anak anaknya. Fanni sudah menulis sekitar 50 lembar di buku diarinya, berbagai macam jenis, mulai puisi, quote dan cerita pendek.

"Fanni kan mempunyai basic budaya sebenarnya. Jadi Fanni sebenarnya memang sudah terbiasa dengan karya sastra. Saya kan juga suka budaya, jadi saya tahu kalau puisi itu bagus," katanya. Sosok Fanni Aminadi sempat viral di media sosial, sebab terungkap bahwa ia bukan sosok sembarangan. Lalu, siapakahFanniAminadia? Berikut ulasannya.

Melansir Grid.ID dari laman media sosialnya salah satu unggahan di laman media sosial Instagramnya,FanniAminadiarupanya lulusan S2. Wanita yang sempat menjadi Kanjeng Ratu tersebut lebih tepatnya memiliki gelar magister manajemen. Bahkan dalam akun LinkedIn yang dikelolanya, ia mencantumkan UNSW Australia sebagai tempatnya mengenyam pendidikan.

Kendati demikian, belum diketahui pasti kebenaran dari informasi tersebut lantaran pihak bersangkutan belum memberikan keterangan resmi. Dalam unggahan lainnya, Fannui Aminadia juga mengaki menjadi salah satu dewan pendiri Laskar Merah Putih (LMP). Ia bahkan beberapa kali membagikan kegiatannya bersama rekan rekan yang tergabung dalam komunitas Laskar Merah Putih (LMP).

Sementara dalam potret yang ia bagikan di media sosial, tampak kegiatan tersebut merupakan salah satu acara yang digelar utuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Melalui laman LinkedInFanniAminadia, ia juga menuliskan keterangan yang menyebutkan dirinya adalah seorang sutradara. Fanni mengaku jika ia pernah menyutradarai beberapa comapany profile dan film dokumenter.

Kendati demikian, belum diketahui film dokumenter apa yang ia sutradarai. Selain menjadi sutradara, Fanni juga kerap menjadi tim kreatif sebuah produksi company profile. Tak sampai di situ, wanita yang diperkenalkan sebagai DyahGitaraja tersebut juga mengelola salon kecantikan.

Menurut keterangan di media sosialnya, salon kecantikan yang dikelolaFanniAminadiaberada di kawasan Jatinegara. Tak main main, ia menyebutkan jika salon kecantikan miliknya mengusung tema organik yang baik bagi kesehatan pelanggannya. Selain itu, Ia juga memiliki usaha restoran di Kota Jogja. Restoran milikFanniAminadiasangat asri dan berada di lingkungan sawah.

Di restoran tersebut, menjual berbagai jenis makanan, mulai dari makanan tradisional hingga spaghetti. Namun, ada sebagian publik yang mengira bahwa itu adalah endorse. Unggahan Fanni ini pun sontak dibanjiri nyinyiran oleh netizen.

"Baginda Ratu jualan toh..?" komentar @ayunghermawan. "Wkwkwk restoran brubah jadi kraton kerajaan halu," tulis @indri_f_astuti. "Mungkin beliau ini satu satunya ratu yg nerima endorse, betapa rendah hatinya kanjeng ratu ini," komentar @arulvana.

Seperti diketahui, Fanni ditangkap bersama Totok Santoso Hadiningrat padaSelasa (14/1/2020) sore karena dianggap meresahkan masyarakat. Mereka ditangkap saat dalam perjalanan menuju ke Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupten Purworejo, Jawa Tengah. Diolah kembali dari Surya.co.id dengan judul:

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *