AC Milan berhasil meneruskan performa gemilangnya saat mengalahkan Sparta Praha dengan skor tiga gol tanpa balas di Stadion San Siro, Jumat (30/10/2020) dinihari WIB. Tiga gol kemenangan AC Milan diciptakan oleh Brahim Diaz, Rafael Leao, dan Diogo Dalot. Kemenangan tersebut secara tidak langsung membuat laju impresif AC Milan semakin tak tertahan yakni 23 laga tanpa menelan kekalahan.

Ibarat sudah lupa caranya kalah, Stefano Pioli selaku pelatih AC Milan membongkar resep rahasia dibalik performa gemilang tim berjuluk Rossoneri tersebut. Juru taktik asal Italia itu menyebut kunci rahasia timnya bisa terus bermain konsisten adalah bekerja keras tanpa henti. "Rahasia kami adalah kerja keras, para pemain selalu siap berlatih keras, mereka mampu menjadi skuad yang bagus dan bersatu sehingga segalanya terasa lebih mudah," ungkap Pioli dilansir laman resmi UEFA.

"Hal itu dikarenakan semua orang selalu siap melakukan apa yang saya minta, saya pikir kami bermain bagus malam ini,". "Ini mungkin terlihat mudah tetapi percayalah tidak ada pertandingan yang mudah di Eropa, percayalah," tukasnya menambahkan. Lebih lanjut, Pioli juga menjelaskan alasannya hanya memainkan Zlatan Ibrahimovic selama 45 menit saja.

Pioli menganggap keputusannya tersebut tidak perlu dipertanyakan mengingat Ibrahimovic memang hanya akan bermain 45 menit saja dalam laga tersebut. "Saya tidak perlu memberi tahu Ibrahimovic apapun ketika saya menganggantikannya karena kami setuju sebelum pertandingan bahwa dia hanya bermain 45 menit," jelasnya. "Saya yakin dia akan bermain lebih banyak jika saya bertanya karena dia seorang juara hebat yang selalu ingin berada di lapangan," tukasnya menambahkan.

Kemenangan tersebut membuat tim berjuluk Rossoneri itu melanjutkan kegemilangan performanya sejak masa lockdown musim lalu. Tak hanya itu, AC Milan juga mencatatkan sejarah menawan setelah kembali berhasil mencetak setidaknya minimal dua gol dalam pertandingan yang telah mereka jalani. Dilansir Opta, keberhasilan AC Milan mencetak tiga gol dalam laga kemenangan melawan Sparta Praha menciptakan sejarah baru.

Dimana tim besutan Stefano Pioli itu kini telah mencetak 2+ gol dalam 12 pertandingan secara beruntun. Hal itu untuk pertama kalinya dilakukan oleh tim AC Milan sejak pertama kali dimulainya kompetisi Liga Italia tahun 1929/1930. Pertandingan babak pertama dimulai, seorang pemain dari AC Milan melakukan pelanggaran yang membuat wasit menghentikan laga.

Zlatan Ibrahimovic dinyatakan telah berada pada posisi offside ketika ingin menciptakan peluang penyerangan pertama ke lini pertahanan Sparta Praha. Memasuki menit keempat, AC Milan mendapatkan peluang bagus guna mencetak gol pemecah kebuntuan. Hanya saja peluang yang didapatkan Krunic gagal dikonversikan menjadi gol setelah tendangan sang pemain melambung di atas gawang tim tamu.

Tak berselang lama gantian sundulan Ibrahimovic yang berada tipis di atas gawang Sparta Praha. AC Milan memiliki dominasi penguasaan bola yang mencapai 65% dibandingkan Sparta Praha pada awal pertandingan. Pergerakan agresif yang diperlihatkan Diogo Dalot belum diimbangi dengan akurasi umpan dari pemain pinjaman dari Manchester United tersebut.

Ibrahimovic kembali mendapatkan peluang emas yang berpotensi berbuah gol, namun sundulannya berada tipis di sisi kanan gawang tim tamu. Lima belas menit laga berlangsung, dominasi AC Milan belum bisa diimbangi oleh permainan Sparta Praha. Sparta Praha bahkan belum mampu menciptakan peluang apapun sejauh ini, lini pertahanan AC Milan pun cukup solid.

Pada menit 21, peluang perdana didapatkan Sparta Praha lewat Borek Dockal yang melepaskan tembakan dari tendangan bebas. Namun tembakan yang dlepaskan oleh sang pemain secara mudah diamankan kiper AC Milan, Tatarasanu. Gol yang ditunggu AC Milan akhirnya tercipta lewat Brahim Diaz setelah mengkonversikan assist manis dari Ibrahimovic pada menit 24.

Serangan AC Milan semakin berbahaya sejak gol Brahim Diaz, berkali kali sisi sayap menjadi opsi utama serangan Rossoneri. Keberadaan Castillejo yang menyisir sisi sayap kanan membuat lini pertahanan tim tamu dipaksa bekerja lebih keras. Ibrahimovic yang berada pada posisi ujung tombak juga mencoba menunggu pelayanan terbaik dari lini kedua AC Milan.

Peluang AC Milan untuk menggandakan keunggulan cukup terbuka ketika AC Milan mendapatkan penalti pada menit 35. Sayang, Ibrahimovic yang menjadi algojo gagal menuntaskan tugasnya dengan baik setelah tembakannya menerpa mistar gawang. Lima menit menuju babak pertama selesai, serangan yang dilancarkan pemain Sparta Praha masih dapat dihentikan duet Kjaer dan Romagnoli.

AC Milan berhasil mempertahankan keunggulannya berupa satu gol tanpa balas atas Sparta Praha pada babak pertama. Tim besutan Stefano Pioli berhasil menambah dua gol tambahan dari Rafael Leao (57') dan Diogo Dalot (66'). AC Milan pun berhasil mempertahankan keunggulannya tersebut dan menyegel kemenangan dengan skor tiga gol tanpa balas di Stadion San Siro.

Tatarusanu; Calabria, Kjaer, Romagnoli, Dalot; Tonali, Bennacer; Castillejo, Krunic, Diaz; Ibrahimovic. Heca; Sacek, Celustka, Lischka, Hanousek; Pavelka Travnik, Vidheim, Dockal, Krejci; Julis.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *