Ini update kasus George Floyd. Derek Chauvin, polisi yang disebut melakukan rasisme pada George Floyd dengen menekan leher Floyd dengan lututnya, dinyatakan bersalah atas pembunuhan Floyd. Dirinya dan ketiga polisi lain sudah dipecat lalu ditahan oleh pihak berwajib.

Chauvin dituduh dengan dakwaan pembunuhan tingkat kedua. Yaitu menyebabkan kematian Floyd tanpa niat saat melakukan tindak kejahatan lain disebut penyerangan tingkat ketiga. Dakwaan tersebut bisa membawanya dihukum selama 40 tahun penjara.

Dibandingkan dengan maksimum hukuman 25 tahun penjara untuk pembunuhan tingkat tiga. Namun, baru baru ini Derek Chauvin dikabarkan telah membayar jaminannya pada Rabu (7/10/2020). Sehingga dirinya dibebaskan dengan syarat.

Melansir Associated Press (AP) pembebasan eks polisi bernamaDerek Chauvindari penjara dikawal oleh Garda NasionalAmerika Serikat(AS) untuk berjaga jaga jika suatu waktu terjadi protes massa. Menurut catatan pengadilan,Derek Chauvinmembayar uang jaminannya sebesar 1 juta dollar AS alias sekitar Rp 14,7 Miliar. Catatan penjara distrik Hennepin menunjukkan Chauvin dibebaskan sebelum pukul 11:30 pagi waktu setempat.

Chauvin ditahan setelah dia memborgol dan menahan pria keturunan Afro Amerika,George Floydpada 25 Mei 2020 lalu. Chauvin menahan Floyd dengan menekan lututnya di leher pria itu dan terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Akibatnya, tindakan Chauvin itu dikecam oleh masyarakat internasional. Protes massa pun pecah di AS dan berakhir dengan kerusuhan juga penjarahan.

Chauvin dan tiga petugas polisi lain yang terlibat dipecat. Chauvin didakwa dengan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tingkat tiga. Sementara petugas polisi lainnya, Thomas Lane, J. Kueng dan Tou Thao dituduh membantu dan bersekongkol baik dalam pembunuhan tersebut. Setelah Chauvin dibebaskan, Gubernur Tim Walz mengaktifkan Garda Nasional untuk membantu penegak hukum setempat.

Walz mengatakan, petugas polisi memobilisasi 100 tentara Garda Nasional dan menyediakan peralatan dan fasilitas "karena kewaspadaan ekstra" sehubungan dengan masalah keamanan publik. Walz mengatakan sebanyak 100 polisi negara bagian dan 75 petugas konservasi Sumber Daya Alam juga dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah. Ketika hari menjelang gelap pada Rabu malam, ratusan orang turun ke jalan di selatan Minneapolis tempat protes berpusat pada hari hari setelah kematian George Floyd.

Mereka berbaris beberapa blok dan memblokir persimpangan untuk sementara waktu, dengan teriakan seperti, "Tidak Ada Keadilan, Tidak Ada Kedamaian, Tuntut Polisi." Pengacara keluarga Floyd, Ben Crump dan Antonio Romanucci merilis pernyataan yang mengatakan pembebasan Chauvin sebagai "pengingat yang menyakitkan" bahwa keluarga Floyd jauh dari mendapatkan keadilan. Ia akan tetap menerima uang pensiun sebesar Rp 14 miliar.

Tidak seperti negara bagian lain, meski nantinya diputus bersalah dalam suatu kasus kejahatan, terdakwa di Minnesota bisa tetap mengambil pensiunnya. Asosiasi Pensiunan Pegawai Minnesota membenarkan hal tersebut. Menurut mereka, Chauvin tetap akan mendapatkan tunjangan hari tua yang bisa dia ambil ketika berusia 50 tahun.

Setiap tahunnya bisa bisa mendapatkan tunjangan 50.000 dollar AS (Rp 709 juta) selama periode 30 tahun atau jumlahnya mencapai 1 juta dollar AS (Rp 14 miliar). Tunjangan hari tua Chauvin bahkan bisa lebih besar jika selama dia bertugas, dia mengambil lembur yang jumlahnya bisa dikonversikan. "Hilangnya uang pensiun karena kasus kejahatan bisa dikatakan jarang terjadi," kata Dr Bruce Johnsen, profesor hukum di Universitas George Mason seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun, dengankematian George Floydatas Derek Chauvin 25 Maret lalu, Johnsen menerangkan sudah saatnya mereformasi hukum tersebut. Sementara tiga pelaku lainnya, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao, tidak akan mendapatkannya karena ststus mereka petugas baru. Pada Rabu (10/6/2020), Lane dibebaskan dari penjara setelah membayar uang jaminan sebesar 750.000 dollar AS, sekitar Rp 10,6 miliar.

Kuasa hukum Lane, Earl Gray, membenarkan kliennya menerima jaminan tersebut dengan syarat, dan saat ini pulang bersama istrinya. Bersama Chauvin, ketiganya dipecat dari kesatuan karena dianggap bersekongkol untuk membantu pembunuhan Floyd pasca beredarnya video di media sosial. Jadwal sidang Lane akan terjadi 29 Juni, dengan Gray menyatakan dia berniat melayangkan mosi untuk menggugurkan semua dakwaan kliennya.

"Kini, kami bisa memperhatikan apa yang terjadi dari luar. Sebelumnya, pada Rabu, 3 Juni 2020 kemarin, jaksa penuntut mendakwa tiga polisi selainDerek Chauvin dalam kasus kematian George Floyd. Mengutip dari Kompas.com, dakwaan tersebut merupakan yang terberat dalam mendakwa petugas polisi.

Dengan dakwaan tersebut, para pendemo yang telah memenuhi ruas ruas jalan dari berbagai wilayah untuk melawan kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial bisa dibilang telah menang. Dakwaan paling serius dilayangkan padaDerek Chauvin. Ia didakwa tingkat kedua. Tiga petugas polisi lainnya didakwa dengan dakwaan membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan tersebut. Jika terbukti bersalah, mereka bisa dipenjara sampai empat dekade di penjara. Chauvin yang dituduh dengan dakawaan pembunuhan tingkat kedua, yaitu menyebabkan kematian Floyd tanpa niat saat melakukan tindak kejahatan lain disebut penyerangan tingkat ketiga. Dakwaan itu bisa membawanya dihukum selama 40 tahun penjara dibandingkan dengan maksimum hukuman 25 tahun penjara untuk pembunuhan tingkat tiga. Petugas lain, Thomas Lane, J. Kueng dan Tou Thao menghadapi hukuman maksimum yang sama karena mereka dianggap telah membantu dan bersekongkol. Diberitakan sebelumnya, semuanya berawal saatempat polisi hendak menangkap Floyd.

Saat itu pihak kepolisian hendak menangkapnya lantaran mendapat laporan ia diduga terlibat kasus pemalsuan uang. Namun, ada juga yang menyebut jika Floyd menggunakan kupon kadaluarsa. Floyd tewas setelah lehernya diinjak lutut oleh Chauvin selama tujuh menit.

Penyekapan George sendiri sempat terekam dalam bentuk video. Karena rekaman video itulah, kasus Floyd jadi viral di media sosial dan diperbincangkan banyak orang.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *