Banyak pihak menilai langkah Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono yang menerapkan "Local Lockdown" ‎ mulai Senin 30 Maret 2020 selama empat bulan hingga Jumat 30 Juli 2020 merupakan hal yang terlalu ekstrem. Dedy menjelaskan keputusan itu diambil setelah ada satu warga tegal yang positif virus corona. Temuan tersebut membuat Kota Tegal sudah masuk dalam zona merah darurat corona.

Penutupan akses masuk dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dan melindungi warga Kota Tegal. "Kita lihat dari kacamata kemanusiaan. Saya melakukan ini untuk melindungi warga saya. Kami tadinya darurat siaga, sekarang jadi zona merah karena ada satu warga yang positif," ucap Dedydalam sebuah diskusi bertajuk Kerja Efektif Menghadapi Corona, Sabtu (28/3/2020)‎ di Jakarta. Dedy menjelaskan pihaknya tidak ingin Tegal menjadi seperti Jakarta yang hampir seluruh wilayahnya terinfeksi virus corona.

Terlebih Tegal merupakan kota transit untuk warga Brebes, Kabupaten Tegal dan Pemalang. Tidak hanya itu, Dedy juga meminta para perantau tidak pulang kampung. Apabila sudah terlihat ada gelombang mudik lebih awal di beberapa daerah termasuk Tegal.

Untuk warga Tegal yang terpaksa sudah pulang kampung, Dedy meminta mereka menjalani karantina mandiri selama 14 hari serta melapor ke perangkat daerah setempat. "Angka kasus di Jakarta kan 50 persen dari kasus nasional. Warga Tegal yang merantau di sana dan sekitarnya banyak.‎ Makanya saya bikin pembatasan Local lockdown ‎, isolasi wilayah," tuturnya. "Warga Tegal saya minta jangan mudik dulu. Kalau mereka (perantau) sudah terlanjur pulang. Mereka melewati satu pintu, di cek suhu tubuhnya. Harus tunjukkan identitas jadi kalau terjadi apa apa dilacaknya mudah," tambah Dedy.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *