15 Produsen Motor Listrik Tanah Air Bisa Produksi 877.000 Kendaraan Per Tahun Kemenperin

Serius mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Tanah Air, berbagai inovasi kendaraan ramah lingkungan terus didorong Pemerintah Indonesia. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier mengatakan saat ini sudah ada 15 perusahaan yang dapat memproduksi sepeda motor listrik. Lebih lanjut, Dirjen ILMATE menambahkan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi bis listrik karya anak bangsa melalui PT Mobil Anak Bangsa dengan kapasitas produksi sekitar 100 unit per bulan.

Dari sisi bahan baku baterai kendaraan listrik, Indonesia memliki sumber daya Nikel, Cobalt, Manganese, Aluminium, Ferrum yang cukup melimpah sebagai penyusun cell battery kendaraan listrik, dimana Indonesia memiliki cadangan Nikel Laterit sebanyak 23 persen dari total cadangan di dunia. "Saat ini ada beberapa rencana investasi dalam pengolahan biji nikel laterit dengan mengunakan proses hidrometalurgi, diantaranya Kawasan Industri Weda Bay di Maluku Utara, Kawasan Industri Morowali Sulawesi Tengah dan PT Halmahera Persada Lygend di Maluku Utara," imbuhnya. Untuk mendukung penciptaan kendaraan ramah lingkungan, Kemenperin juga menyebut bahwa PT International Chemical Industry akan membangun Lithium Ion Cell Plant di Jakarta dengan kapasitas produksi 256 MWh/tahun dengan investasi sebesar Rp 207,5 milliar dan ditargetkan pada kuartal 1 2021 akan dimulai produksi battery cell.

Disamping itu, pemerintah juga mendukung pengembangan industri daur ulang baterai bekas sebagai upaya subsitusi impor komponen baterai, sehingga tercipta kemandirian industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air. "Saat ini sudah ada PT Indonesia Puqing Recycling Technology dengan lokasi pabrik di Morowali, Sulawesi Tengah yang telah siap untuk memproduksi baterai melalui proses recycle dari baterai bekas," jelas Taufiek. Pemerintah akan berusaha memenuhi target pengurangan emisi GRK dengan produksi kendaraan Hybrid, Plug in Hybrid, Battery Electric Vehicle dan Fuel Cell Electric Vehicle sebanyak 25 persen dari produksi kendaraan nasional pada 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *