KBRI Beri Pendampingan Kekonsuleran 4 WNI yang Masuk ilegal menuju Singapura dengan Berenang

KBRI Singapura akan memberikan pendampingan pada 4pria Indonesia yang melompat dari perahu dan berenang menuju Singapurapada 10 Oktober 2020 lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah mengatakan keempatnya memasuki wilayah Singapura secara ilegal menuju area Tuas di Singapura. “Pada tanggal 10 Oktober 2020, 4 WNI telah ditangkap Police Coast Guard Singapura dan didakwa melakukan pelanggaran keimigrasian karena memasuki wilayah Singapura secara illegal,” kata Jubir dalam saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).

Jubir mengatakan KBRI Singapura telah berkoordinasi lebih lanjut dengan Kepolisian Singapura. Hal itu guna memberikan pendampingan kekonsuleran dan pemenuhan hak hak hukum ke 4 WNI tersebut selanjutnya. Dilansir Straits Times Singapore, empat pria Indonesia yang melompat dari perahu dan berenang menuju Singapura telah ditangkap karena masuk secara tidak sah.

Polisi setempat mengungkapkan merekaberusia antara 19 dan 38, melompat dari perahu tak bernomor ke perairan dari Tanah Reklamasi Tuas sebelum berenang menuju garis pantai. “Mereka terlihat Jumat lalu (9 Oktober) di Tuas Reclaimed Land oleh sistem pengawasan Police Coast Guard (PCG) sekitar pukul 8.30 malam,” kata polisi setempat mengutip Straits Times Singapore Selasa (13/10/2020). SetelahWNI ituterdeteksi, petugas dari PCG, Divisi Kepolisian Jurong, Kontingen Gurkha, Komando Operasi KhususbesertaUnit Kendaraan Udara Tak Berawak Tim Rumah menanggapi penangkapan keempat pria tersebut.

“Semua ditahan dalam waktu lima jam sejak mereka terlihat,” lanjutnya Keempat pria itu didakwa di pengadilan pada 10 Oktober dengan masuk secara tidak sah ke Singapura. Jika terbukti bersalah, mereka bisa dijatuhi hukuman hingga enam bulan penjara dan minimal tiga cambukan.

Polisi mengatakan para pria itu telah diserahkan ke Otoritas Imigrasi & Pos Pemeriksaan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *