Tanaman Janda Bolong atau Monstera kini telah digandrungi masyarakat penggemar tanaman hias. Melansir , harga tanaman monstera mencapai jutaan rupiah, dengan beberapa jenis yang berbeda dan tingkat perawatan yang berbeda pula, sehingga faktor ini sangat mempengaruhi harga. "Mahal karena berbeda beda jenis. Seperti (yang cukup mahal) Monstera veriegata. Coraknya putih hijau ada kekuning kuningan, itu beda beda jenisnya. Perawatan lebih susah, otomatis demand lebih tinggi, harga lebih tinggi lagi," ujar Juliana, penjual tanaman hias di Jakarta.

Tanaman janda bolong ini sebenarnya tergolong tanaman hias yang mudah dirawat,hanya perlu disiram 1 2 kali setiap minggu, dan selain itu tanaman ini juga tahan hama penyakit. Tanaman Monstera atau yang kerap disebut Janda Bolong ini merupakan spesies tanaman merambat tropis atau semak asli dari Amerika Tengah. Monstera adalah tanaman tropis dari keluarga Araceae, keluarga Aroid.

Tanaman tersebut termasuk dalam satu dari sedikit Aroid yang menghasilkan buah yang dapat dimakan, terutama Monstera deliciosa, meskipun mereka jarang berbunga atau menghasilkan buah yang dapat dimakan di dalam ruangan. Monstera diketahui secara resmi oleh dunia botani sejak awal abad ke 20, meskipun sebenarnya tanaman ini telah dikenal lebih lama oleh masyarakat Amerika Tengah. Monstera terkenal dengan adanya lubang daun alami yang dijuluki Swiss Cheese Plant.

Dua spesies Monstera yang dibudidayakan sebagai tanaman hias adalah Monstera deliciosa dan Monstera adansonii. Monstera adansonii ini berbeda dari Monstera deliciosa, yakni memiliki daun yang lebih panjang dan lentik, serta memiliki lubang daun yang tertutup sepenuhnya. Sementara lubang daun Monstera deliciosa tumbuh ke arah tepi dan terbuka saat matang.

Para ilmuwan berspekulasi tentang alasan lubang pada daun Monstera: "Satu teori adalah bahwa perforasi ini memaksimalkan luas permukaan daun, dan karena itu kemampuannya untuk menangkap sinar matahari di lantai hutan hujan; yang lain adalah memungkinkan hujan tropis melewati daun, sehingga membatasi kerusakan pada tanaman, hal ini menjelaskan nama lain Monstera yakni Hurricane Plant". 1. Sinar matahari Tanaman ini berkembang dalam cahaya tidak langsung cerah hingga sedang.

Jadi, tidak cocok untuk sinar matahari langsung dan intens. Jika Monstera diberi terlalu banyak sinar matahari, daunnya akan menguning. Jika dibiarkan dalam kegelapan, tanaman akan menunjukkan sesuatu yang disebut fototropisme negatif, di mana daun baru tumbuh menuju kegelapan, bukan cahaya.

2. Air Siram tanaman dengan air yang cukup dan merata, seminggu sekali. Tunggu sampai tanah cukup kering sebelum disiram lagi serta lakukan pemupukan selama pertumbuhan.

Untuk mengekang pertumbuhan yang berlebihan, pangkas secara teratur dengan menjepit pertumbuhan baru. 3. Kelembaban Simpan di lingkungan yang cukup lembab, misalnya kelembaban di ruangan normal.

4. Suhu 65°F 85°F (18°C 30°C), yang terbaik adalah tidak membiarkannya di bawah suhu 60°F (15°C).

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *