Sebanyak 5 penambang emas tewas setelah terjebak di lubang 25 meter. Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan turun dengan lebat hingga menyebabkan sungai meluap dan air masuk ke dalam lubang. Akibatnya, kelima orang itu tewas di dalam lubang yang mereka gali sendiri.

Insiden itu terjadi di penambangan emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Sebelumnya, mereka juga sudah diperingatkan agar tidak melakukan penambangan di sekitar sungai, lebih lebih ketika hujan. Kelima korban adalah warga Sulawesi Selatan, yakni Arfa (23), Ichsan (30), Fuad (25), Yusuf Aco (24), dan Suryadi (30).

Kabid Humas Polda Kalimantan Utara AKBP Budi Rachmat mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (18/10/2020) sekitar 17.00 Wita. Saat itu hujan turun dengan lebat, padahal para penambang masih berada di dalam lubang. Air hujan pun membuat sungai meluap hingga masuk ke dalam lubang.

Air juga membawa lumpur hingga membuat kelima penambang terjebak dan tewas. "Air sungai bercampur lumpur masuk ke dalam lubang yang dibuat para penambang ilegal tersebut, membuat mereka terendam dan terjebak di dalam," kata Budi saat dihubungi, Selasa (20/10/2020). Namun peristiwa baru diketahui keesokan harinya.

Evakuasi pun dilakukan pada Senin (19/10/2020) menggunakan alat penyedot air hingga alat berat. Akhirnya proses evakuasi baru selesai pada Selasa dini hari. "Mereka berada di Puskesmas Sekatak, sudah dilakukan visum tinggal menunggu jemputan dari keluarga korban karena rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman masing masing," sebut Budi.

Budi mengatakan kegiatan tambang ilegal memang sudah sejak lama berlangsung. Polisi sudah berulang kali membubarkan kegiatan ilegal itu. Bahkan polisi dalam tahun ini menetapkan 4 orang menjadi tersangka kasus penambangan liar. Namun, para penambang tidak menggubris, meskipun ada garis polisi di lokasi itu.

Polisi pun kekurangan personel jika harus memantau lokasi setiap hari. "Jaraknya cukup jauh, sekitar tiga jam dari kecamatan Sekatak, mungkin mereka memanfaatkan kelengahan aparat, apalagi ini cuaca buruk musim hujan," sebut Budi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *