Mengetahui Gejala Disleksia Pada Anak Prasekolah hingga Orang Dewasa

Kesulitan mengeja, membaca dan menulis, merupakan gejala utama disleksia, atau didefinisikan sebagai gangguan belajar pada anak. Pada beberapa anak yang mengalami disleksia, mereka juga sulit berbicara. Sayangnya,gejala disleksiasulit dikenali sampai anak mulai bersekolah.

Guru mereka di sekolah mungkin akan menjadi orang pertama yang memperhatikan tanda tanda, terutama jika anak kesulitan membaca, mengeja, dan mengikuti instruksi di kelas. Gejala disleksiabisa berubah pada usia dan tahapan kehidupan yang berbeda. Setiap anak penyandang disleksia memiliki kekuatan yang unik, dan menghadapi tantangan yang berbeda beda.

Namun ada beberapa tanda umum bahwa anak mungkin mengidap diseleksia. Anak anak penderita disleksia mengalami kesulitan dalam memproses bahasa. Anak anak prasekolah yang mengalami gangguan belajar ini biasanya akan tertinggal dari teman temannya dalam hal keterampilan bahasa.

Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk berbicara dan menulis daripada teman temannya, dan kadang kadang huruf dan kata kata mereka bercampur. Anak anak prasekolah penderita disleksia mungkin menunjukkan tanda tanda yang meliputi: Sulit untuk mempelajari atau mengingat huruf huruf alfabet.

Salah mengucapkan kata kata yang sudah dikenal da biasanya masih menggunakan bahasa bayi. Kesulitan mengenali huruf. Misalnya, mereka salah mengira "t" adalah "d". Tidak dapat mengenali pola berima.

Tanda tanda disleksiasemakin jelas terlihat saat anak duduk di sekolah dasar. Anak anak dengan kelainan ini akan lebih sulit belajar membaca dan menulis daripada teman temannya. Waktu yang lebih sulit dibandingkan teman sekelasnya dalam belajar membaca dan menulis. Ciri ciri siswa sekolah dasar dengan disleksia:

Anak anak yang mampu menyembunyikan gejala mereka di sekolah dasar mungkin mulai mengalami masalah di sekolah menengah karena tuntutan terhadap yang semakin meningkat. Mereka mungkin menarik diri secara sosial karena semakin sulit bagi mereka untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya. Berikut ciri ciri anak disleksia pada tahap sekolah menengah dan atas:

Jika anak mengalami gejala ini, bicarakan dengan guru untuk mencari tahu apa yang terjadi di kelas. Kemudian, hubungi dokter anak untuk memastikan masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran atau kehilangan penglihatan yang mungkin menjadi penyebab terjadinya hal ini. Jika disleksia adalah penyebabnya, dokter dapat merujuk orangtua ke spesialis untuk tes dan pengobatan lebih lanjut. Semakin dini anak anak didiagnosis, semakin cepat mereka dapat memulai perawatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan menulis mereka.

Orang yang tidak didiagnosis dengan disleksia saat masih anak anak mungkin akan mengetahui di kemudian hari bahwa mereka mengidap kelainan ini. Orang dewasa yang menderita disleksia mungkin mengalami kesulitan saat harus melakukan hal hal berikut ini: Membaca, membaca dengan kecepatan yang baik, atau aktivitas menarik yang melibatkan membaca

Mengeja, menghafal atau mengingat kata kata Membuat catatan atau menyalin sesuatu Memahami ucapan atau lelucon umum yang melibatkan pemberian arti berbeda pada sekumpulan kata.

Kesulitan berhitung, belajar bahasa lain atau mengingat angka seperti kata sandi atau nomor pin Tetap teratur dan memenuhi tenggat waktu Jika kamu, orang dewasa yang merasa menderita disleksia, hubungi dokter untuk mendapatkan rujukan ke spesialis yang dapat membantu mendiagnosis masalah yang dialami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *