Penipu Gasak Perhiasaan Emas 35 Gram & 5 Handphone Milik Penghuni Rumah Modus Hendak Beli Rumah

Seorang warga di Makassar, Sulewasi Selatan menjadi korban penipuan. Akibatnya, perhiasaan emas 35 gram dan lima handphone milik korban raib digondol penipu. Modusnya, pelaku berpura pura hendak membeli rumah korban.

Seban, korban sempat memposting rumahnya yang hendak dijual di salah satu grup jual beli Facebook. Penipuan itu dialami Hj Erni warga Jalan Dirgantara Lorong 11, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (12/12/2020). Pelaku pun datang bertamu ke rumah Hj Erni sekitar pukul 10.30 Wita.

Ia mengenakan jaket cokelat dan songkok hitam. Hj Erni mempersilakan masuk dan duduk di ruang tamu, perbincangan keduanya soal rencana jual beli rumah pun dimulai. Tidak berselang lama, pelaku tiba tiba terjatuh, dan aksi penipuannya pun mulai dilancarkan.

"Pas tiba tiba jatuh, dia bilangmi kayaknya ada aroma aroma kurang baik di rumah ta ini bu. Harus diruqyah dulu," ucap Hj Erni menirukan perkataan pelaku. Mendengar perkataan pelaku yang tampak meyakinkan, Hj Erni pun mengamini. Ritual 'ruqiyah' ala pria penipu itu, pun dimulai.

Ia meminta putra Hj Erni membeli kelapa muda sebagai bahan atau sesajen proses ritual. Sang anak, pun keluar rumah berkendara motor mencari kelapa. Tinggal Hj Erni dan si pelaku yang ada di ruang tamu, tante Hj Erni yang juga di dalam rumah nyantai di dalam kamar. Begitu juga dengan anak perempuannya.

Pelaku lantas meminta Hj Erni mengeluarkan cincin emas. Alasannya, sebagai bahan ritual. "Masukma ke kamar ambil cincin. Setelah itu dia (pelaku) bilang lagi, katanya sempat tidak cocok itu cincin, jadi saya ambilmi kotak kotak emasku (total 35 gram bersama cincin)," tuturnya. Kotak emas Hj Erni dan satu cincin sebelumnya di tangan pelaku.

Sang pelaku yang berada di ruang tamu meminta, Hj Erni masuk ke dalam kamar berdizikir. Begitu juga dengan putri dan tantenya, disuruh tetap berada di dalam kamar untuk berdizikir. Saat dizikir berlangsung, pelaku pun dengan leluasa melancarkan aksi pencurian.

"Dia (pelaku) masuk di kamarnya anakku, ambil dua hape (ponsel) di lantai karena kan kita dzikir di atas ranjang. Begitu juga di kamar saya, saya tidak lihatmi ambil hape karena fokuski dzikir," bebernya. Setengah jam kemudian, putra Hj Erni tiba di rumah, ia membawa kelapa muda yang diminta oleh pelaku. Namun, sang pelaku sudah kabur sebelum sang anak tiba.

"Pas datang anakku beli kelapa, ke kamarmi. Dia bilang manami itu orang ma, ternyata sudah pergi bawa kotak emasku sama lima hape," tuturnya. Hj Erni yang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta pun telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Panakkukang. "Korban (Hj Erni) sudah melapor tadi siang, kita sudah terima laporannya," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman.

Kasus itu pun dalam penyelidikan Unit Reserse Kriminal Polsek Panakkukang, Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *