PP Pelti sukses mengadakan simulasi pertandingan internal pelatnas PP Pelti putri, dengan mempertemukan Aldila Sutjiadi vs Jessy Rompies di partai final. Simulasi pertandingan yang mirip dengan kompetisi tenis ini, di mulai sejak Selasa, 16 Juni 2020 lalu dengan peserta Aldila Sutjiadi, Pula Rifanty Kahfiani, Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, Priska Nugroho dan Januce Tjen. Ada beberapa protokol kesehatan yang sukses dijalankan oleh PP Pelti sehingga dapat menjadi contoh pertandingan tenis untuk provinsi ke depannya di masa pandemi Covid 19.

Di dalam lapangan, setiap atlit memiliki bola masing masing yang sudah diberi nama. Selain itu, tempat duduk atlit diatur dengan jarak tertentu. Wasit dan ball boy diwajibkan mengenakan masker. Dalam memulai pertandingan, jabat tangan ditiadakan, sebagai gantinya, atlit hanya bersentuhan raket. Ada pun area lapangan harus terjaga kebersihannya.

Dalam wawancara untuk media, social distancing tetap diberlakukan, sehingga volume suara narasumber ditinggikan sehingga terdengar jelas. Ada pun simulasi yang digelar oleh PP Pelti berguna untuk menjaga jiwa berkompetisi atlit. Ketua umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar mengatakan di masa new normal penting untuk tetap menjaga kemampuan atlit dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, Aldila Sudjiadi (atlit tenis putri) mengatakan bermain tenis cukup aman karena tidak ada kontak fisik dan tetap menjaga jarak. "Masih aman ya, paling sekarang kami memakai alat alat kami sendiri. Serta bola juga lebih higenis, karena diberi nama. Saat istirahat juga ada jarak," tutupnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *