Orang orang yang memiliki penyakit penyerta terkait kardiovaskular atau penyakit jantung harus optimal menjaga kesehatan badan di masa pandemi covid 19. Dokter Nikolas Wanahita yang merupakan Ahli Jantung dari RS Mount Elizabeth, Singapura menjelaskan berdasarkan riset yang dilakukan di China, penderita penyakit jantung banyak yang terkena Covid 19 dibandingkan yang memiliki penyakit diabetes dan hipertensi. Alasannya karena penderita penyakit jantung memiliki sistem imunitas tubuh yang menurun jadi walaupun covid 19 menyerang sistem pernapasan tapi karena imun rendah maka akan mudah terserang penyakit lain.

"Dari sejumlah kejadian, terbukti pasien Covid 19 yang mengidap penyakit jantung meninggal karena imunitasnya berkembang tidak terkontrol dan berbalik menyerang organ jantung. Ini fakta yang berbahaya dan perlu diketahui oleh para penderita penyakit kardiovaskular,” kata dr. Nikolas saat webinar bersama Intiland, Jumat (21/8/2020). Sebelumnya dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Sari Sri Mumpuni Sp.JP (K) mengingatkan penderita jantung harus taat meminum obat karena obat sangat membantu menjaga kondisi pasien jantung di masa pandemi ini. "Pedoman penatalaksaan penyakit jantung dan obat obatannya tidak berubah. Obat yang dikonsumsi rutin sesuai anjuran dokter seperti sebelum covid19 itu juga dianjurkan dikonsumsi secara rutin," kata dr. Sari saat live bersama RSPI, Rabu (17/6/2020).

Kemudian jadwal kontrol ke rumah sakit juga harus dipatuhi, jangan takut kontrol ke rumah sakit apalagi kalau mengalami gejala gejala di bagian jantung. Lalu dari segi makanan juga tidak ada perubahan di masa new normal ini, pasien jantung harus menjaga asupan yang dikonsumsi seperti makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak. Jangan menambahkan banyak bumbu bumbu perasa makanan pada pasien jantung seperti tambahan kecap asin yang membuat kadar garam pada makanan semakin tinggi.

"Di masa new normal tetap hindari makanan manis, asin, lemak termasuk gorengan, seafood itu lemaknya tinggi, tidak tambah kecap asin supaya tidak garam tidak melonjak tinggi untuk mencegah peningkatan kadar gula darah," pungkas dr. Sari.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *